bisnis internet

Selasa, 21 Mei 2013

UPAYA GURU PEMBIMBING DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR SISWA YANG AKTIF DALAM ORGANISASI SEKOLAH


UPAYA GURU PEMBIMBING DALAM MENANGGULANGI
KESULITAN BELAJAR SISWA YANG AKTIF
DALAM ORGANISASI SEKOLAH

A.     Latar Belakang
      sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan relevansi dan efisiensi  manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional dan global sehingga peerlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.
Dalam undang-undang No.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional dicamtumkan bahwa :

         Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik ssecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara[1].

Pada tahun 2003 terpancang memontum yang amat signifikan dalam pengembangan profesi BK yaitu pertama diberlakunya UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional yang didalamnya disebutkan bahwa konselor merupakan salah satu jenis tenaga pendidik sebagaimana guru, dosen, dan tenaga pendidik lainnya. Sebagaimana terdapat dalam pasal 1 ayat 1 dan pasa 1 ayat 6 bahwa tugas konselor sebagai pendidik adalah mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran.
Dilihat dari falsafah Pancasila, bahwa manusia harus memiliki azas kemanusiaan yang adil dan beradab, serta nilai-nilai ini secara bulat dan utuh mencerminkan azas kekeluargaan, cinta sesama, dan cinta keadilan. Maka untuk menciptakan manusia yang adil dan beradab maka perlunya pendidikan begitu juga jika dilihat dari segi harapan orang tua dan guru, mereka sangat menginginkan anak yang sukses dalam hidup ini, maka diperlukannya pendidikan. Jika kita lihat sekarang seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi cangging, maka tuntutan pekerja juga semakin meningkat dan persaingan kerja sangat ketat sekali, maka dari itu diperlukannya siswa yang berkualitas yang lahir dari pendidikan.
Guru pada dasarnya merupakan pendidik yang mampu mengembangkan perubahan tingkah laku anak didiknya sesuai dengan bakat dan minat mereka, sehingga dapat dikatakn guru tidak obahnya seperti dokter yang mampu mengobati penyakit pasiennya berdasarkan ilmu yang diperolehnya.

Setiap anak memiliki sejumlah motif atau dorongan yang berhubungan dengan kebutuhan biologi dan psikologi. Mereka senantiasa tekun melaksanakan berbagai kegiatan belajar[2]. Selain itu juga ada sebagian siswa yang kurang efektif dalam belajar, hal ini mempunyai sebab-sebab yang perlu diketahui untuk mendiagnosis kesulitan belajar.
Dalam penelitan ini ditegaskan bahwa: “Guru Merupakan satu-satunya sumber belajar, ia menjadi pusat bertanya.”[3]
Dari berbagai latar belakang pendidikan tidak jarang kita temui anak didik mengalami berbagai macam kesulitan karena keunikannya sebagai individu yang memang berbeda dengan yang lain. Untuk itu diperlukan diagnosis kesulitan belajar dan pengajaran perbaikan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar terutama siswa yang aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah .
OSIS Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan salah satu organisasi siswa di sekolah yang bukan hanya melatih siswa mengenai kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, juga melatih disiplin yang pada akhirnya dapat memberikan keuntungan yang positif bagi siswa. Tentu dengan banyaknya kegiatan dalam menjalankan tugas-tugas organisasi tersebut mereka memiliki kesulitan belajar yang lumayan besar bahkan berdasarkan pengamatan penulis pengurus OSIS mengalami kesulitan belajar melebihi siswa yang tidak aktif dalam organisasi tersebut.
Berangkat dari hal tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “UPAYA GURU PEMBIMBING DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR YANG AKTIF BERORGANISASI SEKOLAH”. Di SMP Negeri 1 Curup Selatan tahun ajaran 2010-2011.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut:
1.        Apa saja kesulitan belajar yang dialami siswa yang aktif berorganisasi sekolah di SMP Negeri 1 Curup Selatan?
2.        Apa upaya Guru Pembimbing dalam mengatasi kesulitan belajar yang aktif berorganisasi sekolah?
3.         
C.     Batasan Masalah
      Peneliti membatasi batasan masalahnya pada :
1.        kesulitan belajar yang dialami siswa yang aktif dalam organisasi sekolah di SMP NEGERI 1 Curup Selatan
2.        upaya guru pembimbing dalam mengatasi kesulitan belajar siswa yang  yang aktif dalam organisasi sekolah di SMP Negeri 1 Curup Selatan.



D.    Tujuan Penelitian
1.        Tujuan umum : untuk mengetahui upaya guru pembimbing dalam mengindentifikasi dan mengatasi kesulitan belajar siswa yang aktif dalam berorganisasi disekolah
2.        Tujuan Khusus : untuk mengetahui jenis kesulitan belajar yang dialami siswa dan mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam mengidentifikasi kasus kesulitan belajar bagi siswa yang aktif berorganisasi di sekolah

E.  Manfaat Penelitian
Untuk menambah kontribusi ilmiah yang dapat dijadikan rujukan tentang Upaya Guru Pembimbing dalam mengatasi kesulitan belajar bagi siswa yang aktif berorganisasi di SMP Negeri 1 Curup Selatan

1. secara teoritis
Diharapkan dapat  menambah wawasan dan illmu pengetahuan khususnya mengenai Upaya Guru Pembimbing dalam mengatasi kesulitan belajar bagi siswa yang aktif berorganisasi. Keterengan yang diperoleh dari hasil penelitian dapat bermanfaat bagi kita semua sehingga guru pembimbing dapat mengidentifikasi kesulitan belajar siswanya serta ssegera mencari solusi pemecahan masalahnya.

2.  manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
         Berguna untuk menambah wawwasan, pengetahuan dan pengalaman     penulis dalam ilmu bimbingan dan konseling.

b. bagi pihak STAIN
         Sebagai bahan informasi bagi program bimbingan dan Konseling            dalam menyiapkan Mahasiswa sebagai calon konselor disekolah.
c.         Bagi pihak sekolah (Khususnya SMP Negari 1 curup selatan)
             Sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah      tentang pentingya upaya            guru pembimbing dalam mengindentifikasi kesultan belajarnya.
d. Bagi guru Pembimbing
Diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan informasi      dan bahan masukan yang nantinya dapat dijadikan pertimbangan baik     dalam penyusunan program maupun dalam pelaksanaanya.
e. Bagi peneliti lain
         sebagai bahan acuan untuk membantu peneliti lain apabila nantinya         akan mengadakan penelitian lebih lanjut.




F. Definisi Operasional
Proposal ini berjudul “Upaya Guru Pembimbing Dalam Menanggulangi Kesulitan Belajar Siswa Yang aktif berorganisasi Sekolah SMP Negeri 1 Curup Selatan”. Supaya pembaca memahami judul diatas dan tidak menyimpang dari pengertian yang sebenarnya, dalam hal ini penulis akan menjelaska definisi yang sejelasnya.
1.   Upaya
Suatu usaha untuk mendorong pembaruan pendidikan dan membangun manusia manusia seutuhnya, serta mewujudkan suatu masyarakat belajar, didalam suatu upaya mengantisipasi masa depan, terutama yang berhubungan dengan perubahan nilai dan sikap, serta pengembangan sarana pendidikan.[4]
2.   Guru Pembimbing
sejalan dengan perkembangan tuntutan kebutuhan manusia dalam situasi tertentu atau sehubungan dengan bidang kajian tertentu orang tua tidak dapat memenuhi semua kebutuhan pendidikan anaknya, untuk itu mereka melimpahkan pendidikan anaknya kepada orang lain yaitu guru.
Guru adalah orang tua yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaan, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makluk Allah khalifah dipermukaan bumi sebagai makluk social dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri.[5] Guru dalam penelitian ini adalah guru pembimbing.

3.   Mengatasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1991: 1005)  mengatasi adalah “Menanggulangi”. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa mengatasi adalah menanggulangi[6]
Upaya atau suatu proses menemukan kelemahan atau penyakit (weaknees disease) apa yang dialami seseorang melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya dan memberikan alternative pemecahan penyakit yang dialami.[7]
Dalam hal ini tugas dari seorang guru pembimbing dalam mengidentifikasi jenis dan karakternya, serta latar belakang dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga mencari alternative dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa tersebut karena aktif dalam organisasi sekolah.

4.   Kesulitan Belajar
Kesulitan adalah “keadaan yang sulit, sesuatu yang sulit, kesukaran.[8]
         Sedangkan belajar menurut Dahan adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman[9]
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003: 2)
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kesulitan belajar adalah keadaan atau sesuatu yang membuat sulit atau sukar sewaktu  melakukan kegiatan belajar..

G. Metodologi Penelitian
Selanjutnya yang amat penting dalam penelitian adalah menentukan metode penelitian. Berhasil tidaknya suatu penelitian dalam usaha menguji kebenaran suatu hipotesis, sangat tergantung pada ketetapan dalam menentukan metode yang digunakan. Metode penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam suatu penelitian. Dalam metode penelitian dijelaskan tentang urutan suatu penelitian yang dilakukan yaitu dengan teknik apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan. Peneliti harus memahami dan menguasai metode penelitian agar hasil dari penelitian tidak diragukan.





DAFTAR PUSTAKA
Dahan, Teori-Teori Belajar, 1989 : 11
[1]  Depdiknas undang-undang RI. No.20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas, Citra Utama, Bandung: 2000,hal. 7
[1] . Nur Ukhbiyati, Op. Cit. hal. 71
[1] . kamus Besar Bahasa Indonesi Depdikbud , 1991: 1005
[1] . Abin Syamsudin, Diagnosis Kesulitan belajar, Rineka cipta, Jakarta: 1999, hal 307
[1]   kamus Besar Bahasa Indonesi, Depdikbud , 1991: 971


[1]  Depdiknas undang-undang RI. No.20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas, Citra Utama, Bandung: 2000,hal. 7
[2]. Zakiyah Darajat, Metode Khusus Pengajaran pengujuran Agama Islam,Jakarta: Bumi Aksara,1995 hal 40
[3].Umar Tirta Harja dan Lasvia, Pengantar pendidikan, Jakarta: Rieneka Cipta,2000, hal.254
[4].  Umar Tirta Harja, Op. Cit hal. 144
[5] . Nur Ukhbiyati, Op. Cit. hal. 71
[6] . kamus Besar Bahasa Indonesi Depdikbud , 1991: 1005
[7] . Abin Syamsudin, Diagnosis Kesulitan belajar, Rineka cipta, Jakarta: 1999, hal 307
[8]   kamus Besar Bahasa Indonesi, Depdikbud , 1991: 971
[9]   Dahan, Teori-teori Belajar 1989 :11

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar